Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Tampilkan postingan dengan label Robot Design. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Robot Design. Tampilkan semua postingan

Program Robot Dasar

Written By Unknown on Sabtu, 26 Mei 2012 | 01.46


Pendahuluan
Aplikasi elektronika masa depan banyak berhubungan dengan teknologi robotika. Oleh karena itu, pengetahuan akan berbgai sensor dan teknik penggerakan aktutor sangatlah penting. Durasi untuk praktikum ini 4 jam menggunakan SmartAVR Robotics ver 4, kita mengharapkan Anda memiliki kit ini agar mudah belajar pemrograman robot.

         
                                       SmartAVR Robotics Ver 4.0

Konsep Sensor Robotika
Sensor Sharp GP2D12
GP12D12 dan keluarganya merupakan sensor deteksi jarak Infra Red pada aplikasi robot, selain itu juga ukurannya yang kecil menghemat tempat dan daya Karena outputnya analog, maka sangat tepat jika dipasangkan dengan mikrokontroler AVR. Output sensor ini tidak linear, jadi Anda harus membuat look up table pada program  untuk memperoleh hsil bacaan yang linear.


                          


                 Gambar 1  Sharp GP2D12 dan kabel JST 3 pin

Blok diagram dari Sharp GP2D12 berisi led pemancar dan penerima yang memiliki rangkaian pemroses, pengemudi, dan rangkaian osilasi serta rangkaian output analog seperti gambar berikut:

                                 
                                      Gambar 2    Blok Diagram GP2D12


Sensor ini mempunyai output 3 kabel, yang terdiri dari :

·      Pin 1 sebagai tegangan output (Vo),
·      Pin 2, GND
·      Pin 3, Vcc 



Untuk standarisasi, disarankan untuk kabel berwarna hitam sebagai GND, kuning untuk Vo dan Merah untuk Vcc.
GP2D12 mendeteksi bacaan terus menerus ketika diberi daya. Outputnya berupa tegangan analog yang sesuai dengan jarak yang diukur. Nilai tersebut diperbaharui setiap 32 ms.   Berdasarkan pengukuran, tegangan yang dihasilkan pada jarak 10cm ialah 2.6V, dan menurun tidak secara linear pada jarak 80 cm beriksar pada tegangan 0.5 V.
                 
                              Gambar 4  Karakteristik sensor Sharp GP2D12

Sensor Jarak Ultrasonik Devantech SRF04
Devantech SRF04 Ultrasonic Range Finder memberikan informasi jarak dari kisaran 3cm hingga 3 meter, atau SRF08 yang mencapai 6 meter.  Kit ini sangat mudah untuk dirangkai dan membutuhkan sumber daya yang kecil sekali, yang sangat ideal untuk aplikasi mobile robot. Susunan kakinya sebagai berikut:

                                                  
      Gambar 5  Susunan kaki SRF04


Pencari jarak ini bekerja dengan cara memancarkan pulsa suara dengan kecepatan suara (0.9 ft/milidetik).

      Tabel 1 Karakteristik SRF04
Tegangan
5v
Arus
30mA Typ. 50mA Max
Frekwensi
40KHz
Maximum Range
3 m
Minimum Range
3 cm
Sensitifitas
Mendeteksi jarak  min 3cm
Trigger input
10uS Min. TTL level pulse
Pulsa echo
Positive TTL level signal, width proportional to range.

Photoreflector  Hamamatsu P5587


Photoreflector P5587 dan P5588 ialah fotoreflektor yang mengkombinasikan LED infrared dengan daya tinggi dan IC foto rendah tegangan. Foto IC ini terdiri dari fotodioda sensitifitas tinggi, penguat, Schmitt trigger dan output fototransistor pada  1 chip.  Chip ini dapat digunakan untuk sensor  line follower.
                                            
                                    R64-P5587
                                                               Gambar 6  Penerapan P5587

Lynxmotion Singeline Detector

Single Line detector ini merupakan sensor refleksif infrared yang biasanya dipasang pada robot sumo atau mobile robot lainnya.  Sensor ini mengeluarkan sinyal TTL  yang tergantung pada tingkat kecerahan permukaan di depan sensor tersebut. Gunakan 2 atau lebih sensor untuk menghasilkan robot line follower.
                               R185-SINGLE-LINE-IR
                                                 Gambar 7  Lynxmotion Single Line detector


Sensor Hamamatsu UVTron Flame Detector
Hamamatsu UVTron Flame Detector dan rangkaian driver dapat mendeteksi api dari lilin atau puntung rokok dalam jarak 5 meter. Biasanya digunakan sebagai alat untuk mendeteksi sumber api seperti lilin, yang beroperasi pada panjang spectral 185 hingga 160nm.


                                    uvtron

Gambar 8  Paket sensor UVTRON dan driver C3704

Devais  lain yang sering digunakan pada mobile robot ialah sensor kompas dan  kamera CMUCam3 yang dapat mendeteksi objek yang bergerak berdasarkan warna, serta mampu melakukan pemrosesan image dengan cepat.

                     

Gambar 9  Paket CMUCam3

Penerapan pada Program
Percobaan 1.  Membaca data Sharp GP2D12
Langkah-langkahnya;
1.      Siapkan SmartAVR Robotics Ver 4.0, dan hubungkan  dengan kabel AVR ISP Programmer ke PC. Hubungkan kabel serial dari mikrokontroler ke port serial PC
2.      Hubungkan sensor Sharp GP2D12 di port A.0, motor DC 5-12V di output L298D pin OUT1 dan OUT2.
3.      Buat program di bawah ini :

SharpGP2D12.c:
// Percobaan 10.1,  percobaan baca data sensor jarak Sharp GP2D12
// LED terhubung di Port B
#include <mega16.h>
#include <stdio.h>
#include <delay.h>
#define ADC_VREF_TYPE 0x60
flash unsigned char string1[]={"data  adc:  %d; "};
// Baca 8 bit terpenting
unsigned char read_adc(unsigned char adc_input) {
ADMUX=adc_input | (ADC_VREF_TYPE & 0xff);
// Delay needed for the stabilization of the ADC input voltage
delay_us(10);
// Mulai konversi ADC
ADCSRA|=0x40;
// Tunggu konversi ADC selesai
while ((ADCSRA & 0x10)==0);
ADCSRA|=0x10;
return ADCH;
}
void main(void) {
// Inisialisasi Port B
PORTB=0xFF;
DDRB=0xFF;
// USART initialization
// Communication Parameters: 8 Data, 1 Stop, No Parity
// USART Receiver: On
// USART Transmitter: On
// USART Mode: Asynchronous
// USART Baud Rate: 9600
UCSRA=0x00;
UCSRB=0x18;
UCSRC=0x86;
UBRRH=0x00;
UBRRL=0x19;
// ADC initialization
// ADC Clock frequency: 31,250 kHz
// ADC Voltage Reference: AVCC pin
// ADC Auto Trigger Source: Free Running
// Menggunakan 8 bit data
ADMUX=ADC_VREF_TYPE & 0xff;
ADCSRA=0xA7;
SFIOR&=0x1F;
while (1)
      {
     PORTB=read_adc(0);  // Baca data sensor di PA.0
      printf(string1,PORTB);
             if (PORTB>100)
             {
             ...;  //Putar motor DC ke kanan
             }
             else
             {
             ...;  //Putar motor DC ke kiri
             }
};
}


4.      Kompilasi dan jalankan, berikan halangan pada sensor jarak tersebut, lihat perubahan arah gerak motor DC. Buat grafik hasi pengukuran sensor tersebut.

Percobaan 2.  Pengatur putaran Motor DC dengan PWM
Langkah-langkahnya;
5.      Siapkan SmartAVR Robotics, dan hubungkan  dengan kabel AVR ISP Programmer ke PC.
6.      Hubungkan motor DC ke keluaran OUT3 dan OUT4 pada IC L298.
7.      Buat program di bawah ini :

PWM.c:
// Percobaan 2,  Percoban kontrol kecepatan motor dengan PWM
#include <mega16.h>
#include <delay.h>
bit i;
void main(void) {
   unsigned int temp;
   PORTC=0x00;
   DDRC=0x00;
   PORTD=0x00;
   DDRD=0x30; //PD4 dan PD5 sebagai output
   // Inisialisasi Timer/Counter 1
   // Clock source: System Clock/8
   // Clock value: 500 kHz
   // Mode: Phase correct PWM, TOP value = ICR1 value
   //Jika TCCR1A=0x82 (Non-inverted PWM mode) maka:  
   // OC1A output: Clear OC1A on compare match when up-counting.
   //                          Set OC1A on compare match when down-counting.
   //Jika TCCR1A=0x22 (Non-inverted PWM mode) maka:
   // OC1B output: Clear OC1B on compare match when up-counting.
   //                          Set OC1B on compare match when down-counting.
   // OC1A output: Disconected (Normal)
   TCCR1A=0x82;
   TCCR1B=0x12;
   TCNT1=0x0000;
   ICR1H=0xFF; //Resolusi phase correct PWM 16-bit
   ICR1L=0xFF;
   OCR1A=0x0000;
   OCR1B=0x0000;
   i=0;
   temp=0x0FF0;               //Nilai awal PWM
   while (1)
     {
             if (PINC.0==0)     //Jika tombol yang terhubung dengan PC0 ditekan,
              {                             // maka motor semakin lambat
                delay_ms(100);                // dan berputar sampai berhenti
                temp-=0xFF;
                if (temp==0xFF01) temp=0x0000;
              }
             else         //Jika tombol yang terhubung dengan PC0 tidak ditekan,
              {                             // maka motor semakin cepat
                delay_ms(100);                // berputar sampai berputar terus
                temp+=0xFF;
                if (temp==0x00FE) temp=0xFFFF;
              }
             OCR1A=temp;
             OCR1B=temp;
     };
}

8.    Kompilasi dan jalankan program, tekan saklar pada Port C.0 dan lihat efeknya  pada putaran motor DC.


01.46 | 0 komentar

Robot 2.0 USB Hub Berbentuk Robot dari Sanwa Bisa Buat Mainan

Sanwa mengumumkan produk USB Hub baru yang lucu. Hub Sanwa ini berbentuk robot yang akan membawa Anda kembali ke masa sekolah Anda, saat bermain-main dengan mainan robot . Selain dapat digunakan sebagai Hub USB 2.0 , Anda dapat menggunakannya sebagai mainan pengisi waktu, ketika Anda bosan. Ketika terhubung ke PC, mata lampu LED nya akan menyala.
Robot ini tersedia di Jepang dengan harga kurang lebih ¥ 1.480 ($ 17) atau 150 ribuan rupiah dan tersedia dalam tiga tiga warna yang berbeda yaitu Biru, Hijau, dan Merah.
Selain utk USB Hub bisa juga digunakan untuk menaruh bolpen, bahkan bisa buat mainan karena robot bisa diputar dan berjalan di meja Anda. (sumber)
01.26 | 0 komentar

Membuat Robot Cerdas Part 2


Hide Spesifikasi Sensor Infra Merah Sharp GP2D12
  • VCC : -0.3 to + 7Volt (4.5 to 5.5Volt (recommended)
  • Voutput : -0.3 to Vcc + 0.3
  • Operating temperature : -10 to 60ºC (25ºC (recommended))
  • Storage temperature : -10 to 70ºC
  • Distance Range : 4cm to 80cm
Pin-pin pada sensor Sharp GP2D12
Sensor ini digunakan untuk mendeteksi penghalang atau dinding yang ada di sekitar sensor, ketika arah gerak robot tidak lurus.



Hide Spesifikasi Sensor Infrared Proximity
  • Infrared sebagai transmitter.
  • Photodiode sebagai receiver.
  • Menggunakan driver pembanding agar hasil pembacaan sensor menjadi digital.
Sensor Infrared Proximity
KetKterangan Gambar Sensor Proximity
No. Keterangan 1
Infrared
2
Photo Diode
3
+ Infrared
4
- Infrared
5
+ Photo Diode
6
- Photo Diode Sensor ini digunakan untuk mendeteksi garis putih yang ada di depan pintu ruang atau batas posisi lilin (area berwarna putih).



Hide Spesifikasi Limit Switch
  • Memiliki dua kontak yaitu NO dan NC
  • Maksimum arus 5 A dengan tegangan 125 VAC
  • Maksimum arus 3 A dengan tegangan 250 VAC
Limit Switch
Sensor ini digunakan untuk mendeteksi jika robot menabrak dinding atau penghalang.



Hide Spesifikasi Uvtron flame detector
  • Mendeteksi gelombang ultraviolet pada range 185 – 260nm.
  • Bekerja berdasarkan filter yang dibuat.
Uvtron R2868 dan C2704 Driver Board
Sensor ini digunakan untuk mencari posisi titik api yang ada dalam suatu ruangan. Kontroler Menggunakan mikrokontroler PIC 16F877A.



Hide Spesifikasi PIC 16F877A
  • 8kB code, 368B data, 256B EPROM, Ports A-E, 2xACMP, 2xCCP, PSP, 3xTimers, MSSP, USART, 8x10bit ADC.
PIC 16F877A


UPDATE 2

Robot Line Follower



hmm..apakah di antara pembaca ada yang mengerti apa itu “robot line follower”? karena banyaknya request tutorial membuat robot pada postingan saya sebelumnya, sekarang akan saya tunjukkan salah satu contoh pembuatan robot, yaitu robot line follower.. enjoy.. :D

INDEX : (Gara2 pagenya udah agak panjang, jadi saya buat aja index ini,masih belum lengkap nanti saya update :D )

Pendahuluan
Sensor (Rangkaian Photo Dioda)
Sensor (Cara Kerja)
Processor (Pendahuluan) – update : 11 Januari 2009
Processor (IC LM339) – update : 11 Januari 2009
Processor (IC 74LS00) – update : 13 Januari 2009
Processor (Motor) – update : 13 Januari 2009
Processor (Transistor) – update : 27 Januari 2009
Mekanik – update : 27 Januari 2009
PCB Layout – update : 27 Januari 2009

Hide 1 Pendahuluan
Secara sederhana, robot line follower adalah robot yang dapat bergerak mengikuti garis secara OTOMATIS! Sebenarnya, kalau pembaca googling, banyak sekali tutorial membuat robot line follower di internet, tapi hampir semuanya ribet dan menggunakan mikrokontroler yang belum dimengerti oleh bocah” smp dan sma yang banyak comment di postingan saya sebelumnya. Hehe.. :D Nah..terlihat bukan di gambar ada sebuah ‘benda’ dengan roda yang dapat bergerak mengikuti garis / jalur berwarna hitam yang berbelok-belok. ‘Benda’ tersebut mengikuti garis dengan otomatis loh. Prinsip dasarnya, sama seperti manusia, mata digunakan untuk melihat, kaki/roda digunakan untuk berjalan, dan otak digunakan untuk berpikir. 3 Komponen utama pada setiap robot : mata, kaki, dan otak. Sama seperti penjelasan saya pada postingan sebelumnya, jangan pikirkan robot itu RIBET, pikirkan robot itu sederhana, jangan dulu mikir yang rumit-rumit, robot line follower yang sekarang akan saya tunjukkan adalah sesuatu yang SEDERHANA..! tanamkan kata” sederhana pada pikiran pembaca sebelum memulai. :D



Hide 2 Sensor Rangkaian Photo Dioda
Sensor dapat dianalogikan sebagai ‘mata’ dari sebuah robot. Mata di sini digunakan untuk ‘membaca’ garis hitam dari track robot. Kapan dia akan berbelok ke kanan, kapan dia berbelok ke kiri. Semua berawal dari mata bukan? Kita sebagai manusia tahu arah kita berjalan karena kita memiliki mata. Yaah, sama seperti robot. Pada robot line follower, sensor robot yang dapat digunakan ada 3 jenis, yaitu LDR (Light Dependent Resistor), Photo Dioda, dan Photo Transistor. Saya tidak akan menjelaskan satu” secara detail, di sini kita gunakan photo dioda sebagai sensor robot. Kalau yang masih penasaran dengan sensor lainnya, silahkan tanya om google saja. :P sensor Nah.. gambar di samping kanan adalah 1 pasang sensor yang akan kita gunakan pada robot line follower. Bentuknya mirip seperti LED, yang berwarna ungu bernama receiver (photo dioda) dan yang berwarna bening bernama transmitter (infrared). Kalau pembaca ingin membeli di toko elektronik, bilang saja 1 pasang infrared sensor. Untuk membuat robot ini, kita gunakan 4 pasang sensor seperti di kanan. Sip? Murah koQ, satu pasangnya 3 ribu rupiah..hehe.. :D Kemudian, setelah kita mengetahui sensor apa yang akan kita pakai, coba buat dulu rangkaian seperti di bawah ini untuk setiap 1 pasang sensor : rangkaian sensor Nah, untuk 4 pasang sensor..kita perlu membuat 4 rangkaian seperti di samping kiri ini. Cara kerjanya cukup sederhana, hanya berdasarkan pembagi tegangan. Penjelasan di paragraf berikutnya aja yaa..hehe.. :D Lambang LED yang berwarna hitam adalah transmitter atau infrarednya yang memancarkan cahaya infrared terus menerus jika disusun seperti rangkaian di samping. Lambang LED yang kanan adalah receiver atau photo dioda-nya yang menangkap cahaya infrared yang ada di dekatnya. INGAT masang photo dioda-nya HARUS terbalik, seperti gambar rangkaian di samping. Dari rangkaian sensor ini, kita ambil OUTPUT (to comparator, A/D converter, dll) yang ditunjukkan oleh gambar di samping.



Hide 3 Sensor Cara Kerja
Sekarang pertanyaannya, koQ lucu yaa sensor CUPU kaya gitu bisa baca garis? :P Cara kerjanya ditunjukkan oleh gambar di bawah ini. :D
Ketika transmitter (infrared) memancarkan cahaya ke bidang berwarna putih, cahaya akan dipantulkan hampir semuanya oleh bidang berwarna putih tersebut. Sebaliknya, ketika transmitter memancarkan cahaya ke bidang berwarna gelap atau hitam, maka cahaya akan banyak diserap oleh bidang gelap tersebut, sehingga cahaya yang sampai ke receiver tinggal sedikit. Nah, artinya kita sudah bisa membedakan pembacaan garis dari sensor bukan? Kalau kita sudah tahu, perbedaan cahaya yang diterima oleh receiver akan menyebabkan hambatan yang berbeda-beda di dalam receiver (photo dioda) tersebut. Ilustrasinya seperti gambar di bawah ini. Kalau cahaya yang dipancarkan ke bidang putih, sensor akan :
Sebaliknya, kalau cahaya yang dipantulkan oleh bidang hitam, maka sensor akan :
Setelah kita tahu ilustrasi sensor, tinjau kembali rangkaian sensornya, bisa kita analogikan seperti :
Tadi kita tahu kalau hambatan receiver berubah-ubah, jadi otomatis rangkaian sensor yang bagian kanan bisa kita analogikan seperti gambar. Receiver bisa kita analogikan dengan resistor variabel, yaitu resistor yang nilai hambatannya bisa berubah. Otomatis, dengan pembagi tegangan, nilai tegangan di output rangkaian juga akan berubah-ubah bukan? Jadi, baca putih akan mengeluarkan output dengan tegangan rendah (sekitar 0 Volt) dan baca hitam akan mengeluarkan output dengan tegangan tinggi (mendekati Vcc = 5 Volt). Kalau rangkaian sensor pembaca sudah jadi, bisa dibandingkan dengan punya saya yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini. :D



Show 4 Processor Pendahuluan


9. Mekanik

Hmm..
sebenarnya,,jujur saja saya kurang mengerti bagian mekanik. Soalnya saya bukan orang mesin..hehe.. :D Saya cuma tahu sedikit tips, yaitu buat gear yang besar” agar torsi-nya besar. Jadi, robotnya bisa berbelok dengan kuat. Kalau torsi kecil, robot akan sulit untuk berbelok. Gampangnya gitu aja..hehe.. :P



Hide 10 PCB Layout
Berikut ini pcb layout dari sensor robot line follower, terdiri dari 4 sensor. Layout PCB ini dibuat dengan menggunakan software eagle.
Dibawah ini layout pcb dari rangkaian processor, yang terdiri dari 1 IC NAND dan 1 IC komparator.
yang jadinya akan seperti gambar di bawah ini :
oke..sekian tulisan saya tentang membuat robot line follower sederhana. Kalau ada pembaca yang ingin bertanya silahkan.. Saya akan menjawab dengan senang hati..hehe.. :D sampai jumpah di tulisan robot saya lainnya.. :P



Hide SUMBER
1. http://ndangehi.wordpress.com/2010/0...crocontroller/2.http://20roboholic.blogspot.com/2010...gka-robot.html



Hide Rahasia
Mobil Tercanggih Polisi Amerika, Dirilis 2012 [JAVA] Belajar Pemograman Java [Hacking] Dasar-Dasar Keygenning...!! Keindahan Air Terjun Sungai Cikaso (Sukabumi), Niagara Lewat Orang Batak Yang Lolos Dari Kekejaman Hitler [Share] ]Multisim & Ultiboard PowerPro 11.0 [Full Version] [Elektro Engineering] Makanan Terbesar Di Bumi Hitman 3 : contract [MF] 70 Tahun Evolusi Ponsel Galeri Foto Linzy 7 Icons Inilah Bukti Cinta Sejati Seorang Ibu 9 Kejadian Paling Kontroversial Sepanjang Piala Dunia 5 Jembatan Tertinggi Di Dunia 5 Phobia yang berkaitan dengan Angka 6 Fenomena Misteri Lautan Make a USB fan for your computer Kenapa Tabung Elpiji Mudah Meledak? 10 Mouse Komputer Paling Keren Di Dunia Penyebab & Cara Mengatasi Perut Buncit 15 Komposer Terhebat Sepanjang Sejarah Cara Menghitung Jarak Petir Dari Kita Berdiri Ternyata Venus Berpotensi Menjadi Tempat Tinggal Manusia, Dulunya 10 Bangunan Terluas Di Dunia Nenek 63 Tahun Push Up 97 X Dalam Waktu 1 Menit Manfaat Hewan Yang Di Anggap Menjijikan Ekspresi Obama Saat Menonton USA VS Ghana Pada Piala Dunia 2010 Keanehan Di Perang Dunia 2 Tutorial Membuat Robot, Kerangka Robot, Dan Penjelasannya..!!UPDATE Font Creator Professional v5.5.0.63
01.24 | 0 komentar

Membuat Robot Cerdas Part 1



Legged Fire Fighting Robot



Show DESKRIPSI ALAT



CARA KERJA


Diagram Cara Kerja Robot


Show Cara Kerja Rangkaian



Show Cara Kerja Robot


SPESIFIKASI MEKANIK
Kerangka Robot



Kerangka robot
Kerangka robot ini terbuat dari acrylic 3 mmdengan dimensi robot 25 cm x 25 cm x 25 cm.
AktuatorMenggunakan 7 buah motor RC Servo sebagai penggerak robot dan 1 buah motor DC sebagai penggerak kipas.

Hide Spesifikasi Motor RC Servo HS-322HD
  • Merupakan jenis motor servo standar 180º.
  • 3 jalur kabel: power, ground, dan kontrol (sinyal).
  • Sinyal kontrol mengendalikan posisi.
  • Operasional dari motor servo dikendalikan oleh sebuah pulsa selebar ± 20 ms, dimana lebar pulsa antara 0.5 ms dan 2 ms menyatakan akhir dari range sudut maksimum.
  • Konstruksi di dalamnya meliputi internal gear, potensiometer, dan feedback control.
Technical Specification
  • Operating Speed : 0.19sec/60º AT 4.8Volt
  • Weight : 43 g
  • Size : 40 x 20 x 37 mm
  • Torque : 3,5 kg
Motor Servo HS-322HD
Motor servo jenis ini digunakan untuk menggerakkan kaki-kaki robot naik dan turun serta untuk menggerakkan robot maju dan mundur.



Hide Spesifikasi Motor Servo Parallax Continous
  • Merupakan jenis motor servo continous.
  • 3 jalur kabel: power, ground, dan kontrol (sinyal).
  • Sinyal kontrol mengendalikan posisi.
  • Konstruksi didalamnya meliputi internal gear, potensiometer, dan feedback control.
Technical Specification
  • Power : Max. 6V DC
  • Weight : 45 g
  • Size : 40.5 x 20 x 38 mm
  • Torque : 3,4 kg
  • Average Speed : 60 rpm (tanpa beban dengan power 5V DC)
Motor Servo ParallaxMotor servo jenis ini digunakan untuk menggerakkan kaki tengah robot. Sehingga robot dapat berputar ke kanan dan ke kiri.



Hide Spesifikasi Motor DC
  • Catu daya : 3 Volt.
  • Dapat berputar Clock Wise maupun Counter Clock Wise.
  • 2 jalur kabel untuk power dan ground.
Motor DC Motor ini digunakan untuk memutar kipas yang digunakan untuk memadamkan api lilin.
ELEKTRONIKCatu Daya
  • Baterai kotak 8,4 volt sebagai sumber untuk rangkaian mikrokontroler dan sensor.
  • 4 buah bateraiAA 1.2 2500 mAH volt sebagai sumber untuk motor Servo dan motor DC.
Baterai 8.4 volt dan baterai 1.2 voltSensor Terdiri dari 3 buah sensor ultrasonik ping parallax, 2 buah infrared Sharp GP2D12, sensor proximity, phototransistor, dan Uvtron Hamamatsu.



Hide Spesifikasi Sensor Ultrasonik Ping Parallax
  • Memancarkan sinyal ultrasonik sesaat dan menghasilkan pulsa output yang sesuai dengan waktu pantul sinyal ultrasonik saat kembali menuju sensor.
  • Target dapat diketahui dengan mengukur lebar pulsa pantulan.
  • Tegangan catu : 5V DC.
  • Konsumsi arus : 30mA typ; 35mA max.
  • Jarak : 2cm sampai 3m.
  • input trigger : positive TTL pulse, 2us min, 5us typ.
  • Echo Pulse: positive TTL pulse, 115us to 18.5 ms.
  • Echo Hold-off : 750US from fall of Trigger pulse.
  • Burst Frequency : 40KHz for 200us.
  • Delay before next measurement – 200us.
  • Size : 22 mm x 46 mm x 16 mm.
Pin-pin dan pengkabelan pada ultrasonik ping parallax
Sensor ini digunakan untuk mendeteksi penghalang atau dinding yang ada di sekitar sensor.
01.23 | 0 komentar

Tutorial Membuat Robot

Pengenalan Tentang Robot

Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi serta otomasi industri dimana komputer menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari teknologi itu sendiri membuat integrasi komputer dengan disiplin ilmu lain seperti elektronika, pemrograman dan mekanika tidak bisa dihindari. Munculnya mekatronika dengan wujud robot sebagai bentuk implementasinya mendorong kami mengembangkan robotika sebagai bagian dari dunia pendidikan kita. Kami tampil sebagai yang pertama di Indonesia yang menyediakan dan menyalurkan kegemaran dan pengetahuan robotika serta merancang standar kurikulum bagi pelajar SD, SMP, SMU hingga mahasiswa perguruan tinggi
Sebagai objek pelatihan dan pendidikan, siswa/mahasiswa dituntut aktif, kreatif dan terlibat langsung dalam proses perakitan, pengoperasian, dan mempraktekan latihan-latihan yang tersedia dalam modul. Setiap modul dibuat sesuai tingkat kemampuan siswa. Pengajaran ditingkat SD, lebih pada bermain robot tetapi tetap menjaga unsur pendidikan. Pada tingkat SMU, siswa mulai diberi pengantar pemrograman dan pengenalan teknologi dengan mempelajari struktur pemrograman, perakitan serta bekerja dalam kelompok. Pada tingkat perguruan tinggi, modul mengajak mahasiswa tidak hanya mengerti prinsip dasar robotika dan pemrograman namun juga ditantang untuk memodifikasi program dan konstruksi robot. Pemrograman micro-controller menjadi pilihan dimana mahasiswa diajak untuk belajar pemrograman microcontroller mulai dari yang sangat sederhana mengaktifkan flip-flop hingga menjalankan manipulator robot. Selain itu, pelatihan micro-controller dengan robotics kit memberikan banyak kemungkinan dan sangat bervariasi.
Robotika adalah multidisiplin dengan komputer, elektronika dan mekanika sebagai ilmu dasarnya. Namun begitu tidak terbatas bagi pengajar untuk melibatkan ilmu-ilmu lain seperti biologi dan anatomi. Dengan robotics walker kit, para guru/dosen dapat melibatkan siswanya untuk mengamati gerakan kaki serangga dan mensimulasikannya sebelum diprogram ke robot walking kit (2 kaki, 4 kaki atau 6 kaki).
Belajar pemrograman dengan objek robot membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan nyata. Mulai dengan pemrograman Basic hingga ke pemrograman C, siswa secara bertahap belajar pemrograman sehingga pemahaman komputer hanya untuk mengetik dan bermain akan bergeser menjadi pemikiran bahwa komputer telah menjadi bagian dari teknologi sistem kontrol dan akusisi data.
Robotics kit dapat juga digunakan dalam implementasi artificial intelligent (AI), sistem sensor, model sistem otomasi kontrol dan bagi yang sekedar hobi, kit dapat ditambahkan aksesories seperti sensor, kamera, motor, rangkaian elektronika hingga kepengembangan software dan modifikasi kit.
[+/-] Selengkapnya...

Arm Servo Robot Kit

Arm Stepper Robot Kit

Walking Robot Kit


Kit ini adalah rancangan terbaru yang lebih memberikan tantangan kepada pecinta robotics dimana ada 12 servo motor yang harus dikendali dan dikoordinasi hanya untuk sebuah kaki. Gerakan robot sama halnya dengan kaki manusia. Berjalan maju-mundur, putar kanan dan kiri serta gerakan kesamping. Kit belum dilengkapi sensor dan hanya dikontrol langsung dari PC atau micro-controller. Penekanan dilakukan pada sinkronisasi joint dan link dalam satu sistem kontrol. Kit ini diperuntukkan bagi pelatihan lanjut atau bagi pecinta robot yang menginginkan pengetahuan baru dalam koordinasi multiservo motor.

Robot Arm servo



Arm servo robot adalah salah satu bentuk manipulator industri dengan geometri anthropomorphic (menyerupai tangan manusia). Kit ini cukup cepat, akurat dan memiliki kepresisian yang cukup baik. Dengan 4 sumbu gerak dan satu gripper sebagai end-effector-nya membuat kit ini sangat tepat untuk pelatihan teknologi kontrol, implementasi elektronika (mekatronika), pemrograman dan otomasi industri. Keempat sumbu gerak itu adalah: base, shoulder, elbow, dan wrist dengan sudut gerak masing-masing 180 derajat. Arm dikontrol oleh PC secara manual atau dengan program baik on-line maupun off-line dan arm dapat pula dikombinasikan dengan arm lain dalam satu kontrol unit sehingga dapat digunakan sebagai alat peraga saat pameran atau model saat perancangan sistem kontrol otomasi. Sebagai objek pelatihan, kit ini juga dapat dikontrol dengan micro-controller sehingga siswa dapat mempraktekan kemampuan pemrogramannya sekaligus mempelajari aspek-aspek penting dalam pengontrolan robotics melalui micro-controller.


01.20 | 0 komentar

Trending Topic

Categories

 
Baca Juga:
Langganan